Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Pentingnya Laboratorium Virtual Reality di Perguruan Tinggi

Dengan teknologi VR, pelajar dapat melihat secara langsung bentuk atau model tersebut dalam bentuk yang lebih nyata.

E-Techno. Virtual Reality (VR) dapat diartikan sebagai hal-hal pada kehidupan atau dunia nyata yang berada atau dibawa ke dalam dunia maya. Virtual Reality merupakan teknologi yang dibuat dengan tujuan agar setiap penggunanya mampu merasakan dunia nyata meskipun sebenarmya sedang berada di dunia maya. Teknologi ini pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat tahun Kala itu, para ahli menerapkan teknologi VR pada link trainer simulator untuk latihan penerbangan pesawat di Amerika Serikat. Sebagaimana dilansir dari buku Why? Virtual Reality and Augmented Reality (2021) karya Youngson Cho, disebutkan konsep VR kemudian diterapkan dalam pementasan teater di Perancis tahun 1938, industri film tahun 1953 sampai akhirnya tahun 1960-an, seorang ahli komputer bernama Ivan Shuterland membuat perangkat VR. Kini, perangkat VR tersebut dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Facebook Google, Apple, Amazon, Microsoft, Sony dan Samsung.

VR di Bidang Pendidikan

Seiring waktu, teknologi ini pun mulai digunakan di berbagai bidang kehidupan mulai dari militer, kesehatan, transportasi, otomotif, hiburan, teknik sampai pendidikan. VR dalam dunia pendidikan misalnya, digunakan untuk pembelajaran seperti memasukkan teknologi sebagai media pembelajaran. Sebelumnya pelajar hanya dapat berimajinasi terhadap bentuk atau model yang tertuang dalam literature. Dengan teknologi VR, pelajar dapat melihat secara langsung bentuk atau model tersebut dalam bentuk yang lebih nyata.

Laboratorium VR

Teknologi VR juga sangat bermanfaat dalam pelaksanaan praktek di laboratorium pada perguruan tinggi. Laboratorium VR memiliki keunggulan tersendiri antara lain dapat menghemat anggaran, dunia virtual lebih aman dibandingkan dunia nyata sehingga meminimalisir kerusakan alat fisik dan kesalahan yang dapat berakibat fatal serta waktu untuk bereksperimen lebih fleksibel. Saat ini, beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki Laboratorium Virtual Reality untuk menunjang proses pembelajaran, khususnya kegiatan atau pelaksanaan praktek di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bekerjasama dengan Honeywell meresmikan laboratorium terhubung yang dilengkapi teknologi simulasi canggih dengan kemampuan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality di Fakultas Teknik.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi Laboratorium VR untuk simulasi dalam bidang kesehatan dengan aplikasi ITS VR-MED yang menampilkan anatomi tubuh manusia secara detail sehingga dapat digunkan sebagai simulator pembiusan, perencanaan operasi dan lainnya. VR juga terapkan dalam bidang pembangkit dengan aplikasi Powerplant VR yang dapat digunakan untuk mempelajari cara kerja turbin, peralatan pembangkit energi listrik dan mengunjungi pembangkit listrik secara audio visual, serta simulasi dengan aplikasi VR Eco Sky Cars yang mengangkat pengetahuan mengenai teknologi mobil ramah
lingkungan.

Laboratorium Virtual berbasis Virtual Reality Simulation (VRS) yang dikembangkan oleh Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) untuk mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan yang menyediakan konten-konten materi praktikum keperawatan yang dapat diakses oleh mahasiswa keperawatan di seluruh Indonesia. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) juga telah menerapkan Laboratorium VR dengan tujuh paket modul praktikum untuk mahasiswa kedokteran, keperawatan dan kebidanan.

Tak mau ketinggalan, perguruan tinggi Institut Teknologi PLN (IT PLN) pun mengembangkan laboratorium VR. Perguruan tinggi yang fokus pada bidang energi dan kelistrikan tersebut, belum lama ini meresmikan Laboratorium VR yang berada di bawah Fakultas Telematika Energi (FTEN). “Laboratorium VR dibangun berangkat dari langkah dalam merealisasikan visi misi ITPLN untuk menjadi perguruan tinggi yang bertaraf internasional, modern, mandiri dan unggul di bidang energi dan teknologi berwawasan lingkungan”, tutur Dekan FTEN Dr. Efy Yosrita, M.Kom.

Laboratorium VR ini telah dilengkapi dengan 3 perangkat oculus dan grib, 21 perangkat komputer dan Smart TV serta akan terus mengalami pengembangan aplikasi sehingga dapat digunakan oleh seluruh program studi di ITPLN. “Laboratorium VR tersebut juga nantinya digunakan untuk praktikum, pelatihan dan sertifikasi”, imbuhnya.

Manfaat Laboratorium VR

Laboratorium Virtual Reality akan sangat bermanfaat dalam menunjang pendidikan terutama di perguruan tinggi yang banyak melakukan kegiatan praktek atau praktikum dalam proses pembelajarannya. Adanya laboratorium VR dengan berbagai simulasi atau aplikasi dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai keadaan di dunia kerja, di lapangan atau di proyek tanpa harus datang
langsung ke tempat tersebut. Bahkan dengan simulasi atau aplikasi VR, mahasiswa dapat melakukan eksplorasi tempat-tempat yang sulit dijangkau. Semoga ke depannya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia dapat memiliki Laboratorium Virtual Reality. (red/dari berbagai sumber).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Untukmu

Energi & Teknologi

Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut merupakan energi hijau yang tidak menghasilkan gas rumah kaca

Riset & Inovasi

Google Sycamore, Quantum computing hardware. Super Prosesor yang akan mengubah Dunia Artificial Intelligence

Kerjasama

Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN selaku badan pelaksana Institut Teknologi PLN mengadakan acara Forum Konsolidasi Oktober 2022 lalu bertempat di kampus IT PLN

Forum & Bisnis

Lewat adaptasi teknologi, PLN tak hanya mengoptimalkan proses bisnis tetapi juga membuat tantangan menjadi peluang