Connect with us

Hi, what are you looking for?

Abdimas

Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum Menggunakan PLTS Di Kampung Janglapa, Kabupaten Bogor.

Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk penerangan jalan umum (PJU) bagi
masyarakat kampung Janglapa

E-Techno. Salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan dosen-dosen dan Mahasiswa Institut Teknologi PLN (IT PLN) yaitu dengan mengadakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Hal tersebut dilakukan secara rutin setiap tahunnya. LPPM IT PLN sebagai wadah yang mengurusi penelitian dan pengabdian selalu mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan semua kelompok pelaksana. LPPM, IT PLN mengelola kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber dana berasal dari Pemerintah, Internal dan pihak lain.

Sehubungan dengan itu, tim dosen yang diketuai oleh Novi Gusti Pahiyanti, ST., MT yang beranggotakan Dr. Soetjipto Soewono DIPL, IGP., Sigit Sukmajati, ST., MT.,
Denny Setiawan, ST., MH, Michiel Martin Rumondor, SH., MH, Emilia, SH., MKn, telah
melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kampung Janglapa, Desa Bojong, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, khususnya di RT 02 RW 01.

Kegiatan PKM melibatkan juga mahasiswa IT PLN yaitu Restu Ahmad Hidayat dan Muhammad Nur Huda Primadi. Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk penerangan jalan umum (PJU) bagi
masyarakat kampung Janglapa menjadi salah satu alasan mengapa wilayah ini dipilih untuk kegiatan PKM. Selain itu, belum tersedia lampu jalan dari PLN sehingga apabila masyarakat melalui jalan tersebut pada malam hari akan terasa gelap sekali. Oleh karena itu, pemasangan lampu PJU PLTS sangat diperlukan. Hal tersebut menggerakkan dosen-dosen Institut Teknologi PLN Jakarta untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Melalui PKM ini, warga setempat memahami bagaimana pemasangan, cara
kerja dan perawatan lampu PJU dengan menggunakan lampu tenaga surya. Lampu
tenaga surya dipilih karena pemasangannya mudah, awet, dan hemat. Masyarakat tidak perlu menggunakan kabel dari rumah mereka atau jaringan PLN untuk menghidupkan lampu tenaga surya. Tim PKM memasang lampu sebanyak 3 buah untuk menerangi jalan kampung. Untuk menghindari pencurian baterai PJU tenaga surya, digunakan baterai yang tertanam sehingga lebih aman dalam penggunaanya. Penerangan Jalan Umum juga mempunyai sistem penyalaan secara otomatis saat di sekelilingnya tidak mendapatkan cahaya.

Ketua RT 02 RW 001 Kampung Janglapa, Desa Bojong, Kecamatan Tenjo, Kabupaten
Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ibu Eneng Aliyah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan semacam ini perlu terus ditingkatkan lagi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya terutama tentang penerapan teknologi energi listrik yang semakin maju, memahami apa itu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Lampu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipasang pada tiang PJU. Selain itu, masyarakat dapat memahami bagaimana cara merawat lampu tersebut agar bisa berkelanjutan.

Hasil kegiatan ini antara lain adalah terjalinnya Kerjasama dan kemitraan dengan masyarakat sebagai perwujudan dari Pengembangan kompetensi Tri Dharma
Perguruan Tinggi. Masyarakat dapat mengetahui pemanfatan teknologi energi.
Dengan pemasangan lampu PJU PLTS ini, masyarakat diharapkan menjadi lebih peduli dengan keberadaan lampu tersebut. (red/ed.:samsurizal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Untukmu

Riset & Inovasi

Google Sycamore, Quantum computing hardware. Super Prosesor yang akan mengubah Dunia Artificial Intelligence

Energi & Teknologi

Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut merupakan energi hijau yang tidak menghasilkan gas rumah kaca

Kerjasama

Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN selaku badan pelaksana Institut Teknologi PLN mengadakan acara Forum Konsolidasi Oktober 2022 lalu bertempat di kampus IT PLN

Forum & Bisnis

Lewat adaptasi teknologi, PLN tak hanya mengoptimalkan proses bisnis tetapi juga membuat tantangan menjadi peluang