Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kerjasama

Prof. Iwa Garniwa : Sampah Bisa Menjadi Sumber Energi Terbarukan Dengan Teknologi “Peuyeumisasi”

PLN sudah melakukan inovasi gak bisa sendiri. Potensi sampah kita sangat besar, kita bisa bantu untuk mendorong ini menjadi sumber energi, sekaligus menyelesaikan masalah lingkungan

E-Techno. Hal itu disampaikan Prof. Iwa Garniwa saat meresmikan dan serah terima program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PLN (Persero) kepada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Bekasi akhir tahun 2022 lalu.

SMKN 2 Bekasi melalui program porate Social Responsibility dari PT. PLN (Persero) yang didukung (CSR) Institut Teknologi PLN (IT PLN) mengelola sampah melalui proses peuyeumisasi untuk menghasilkan produk energi baru terbarukan. “Sebutkan jenis energi atau sumber energi yang tidak ada di Indonesia. Semua ada, salah satunya adalah biomassa yang juga disebut sampah. Sampah ini masalah
bagi kita semua, tapi kalau dikelola dengan teknologi yang tepat ini adalah sumber
energi,” ucap Rektor IT PLN Prof. Iwa Garniwa Mulyana, Rabu (28/12)

Dia menekankan bahwa sampah merupakan sumber masalah bagi lingkungan.Akan tetapi di sisi lain, sampah juga merupakan potensi ekonomi baru bila dikelola dengan teknologi yang tepat. Sehingga Prof. Iwa menyebut sampah sebagai salah
satu sumber energi yang dimiliki Indonesia. Melalui teknologi peuyeumisasi sampahbisa menghasilkan energi baru terbarukan (EBT). Meski pengelolaannya masih terbatas dan masih jauh dari kebutuhan pasokan batu bara PLN, namun langkah kecil itu bisa menjadi harapan baru di masa mendatang

“PLN sudah melakukan inovasi gak bisa sendiri. Potensi sampah kita sangat besar, kita bisa bantu untuk mendorong ini menjadi sumber energi, sekaligus menyelesaikan masalah lingkungan,” kata Prof. Iwa sembari mendorong pengelolaan sampah di setiap RT/ RW di Ibukota Jakarta. Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Usaha IT PLN, Pawenary yang merupakan Ketua Pelaksana Program CSR tersebut menjelaskan bahwa kegiatan CSR dimulai sejak awal tahun 2022. IT PLN yang memiliki pusat riset unggulan, salah satunya yaitu Waste to Energy diamanatkan untuk membantu Cofiring dan memanfaatkan sampah menjadi bahan yang berguna di masyarakat.

“Awalnya kita sebut dengan TOSS, Tempat Olahan Sampah Setempat,” imbuhnya.
Proyek pertama yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Pemda Klungkung
Bali dan didukung penuh oleh PT Indonesia Power untuk menghabiskan sampah di area Klungkung Bali. Selanjutnya IT PLN, diminta untuk membuat lagi pengolahan sampah agar produknya bisa kita gunakan untuk cofiring di daerah Jabodetabek. “Maka dari itu kita menimbang dan memutuskan untuk di pasang di SMKN 2 Kota Bekasi ini karena dekat dengan lokasi Bantar Gebang,” sambung Pawenary. Dia menjelaskan bahwa proyek tersebut menghabiskan waktu efektif selama 6 bulan yang dimulai sejak bulan Mei 2022. Adapun proses yang ada di SMKN 2 Bekasi ini hampir sama dengan yang sudah dilakukan di Klungkung Bali.

“Kita menggunakan 4-5 mesin utama yaitu mesin A B C D dan E. Sistemnya sama yaitu dengan metode peuyeumisasi, yaitu sampah di peuyeumisasi dengan menggunakan bioaktivator yang khusus karya putra bangsa pendiri TOSS. Lalu hasil sampah yang sudah di peuyeumisasi dengan menggunakan bak bambu diolah dengan ke 4-5 mesin tersebut untuk menjadi RDF, briket dan pellet,” jelasnya. Menurutnya, luaran produk sudah diuji 3 kali di Balai Besar Teknik Mineral dan Batu-bara. Hasilnya, kadar kalori mencapai 2500 sampai dengan 3500 kalori. Output produk dari SMKN 2 Bekasi memiliki kapasitas 20 ton per hari sampah dengan produk RDF, briket sebesar 10 ton per hari.

Dengan adanya tempat olahan sampah di SMKN 2 Bekasi, Pawenary berharap selain memberikan fasilitas praktek para siswa, khususnya jurusan EBT juga menghabiskan sampah di lingkungan RT/RW sekitar melalui karang taruna. Hasilnya juga digunakan beberapa perusahaan seperti PT BEST dan PT Karno untuk dimanfaatkan boiler external pabrik tahu tempe. Selain pengolahan sampah, pihaknya juga mempromosikan kompor dengan bahan bakar briket dan gasifire yang merupakan hasil karya IT PLN. Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat Asep Sudarsono, mengapresiasi langkah PT PLN dalam menggandeng institusi pendidikan untuk mengembangkan pengelolaan
sampah. Hal itu menjadi bentuk edukasi dan bekal bagi generasi penerus.

“Apabila generasi setelah kita tahu bahwa kita pernah hidup maka berkaryalah. Ini
adalah bekal bagi generasi penerus yang akan menggantikan peran kita di masa
depan,” ujarnya. Dia berharap program tersebut bisa terus berlanjut dan menginspirasi sekolah lain. Begitu pula dengan masyarakat sekitar bisa mendapat pengetahuan baru terkait pengelolaan sampah. “Apa yang dihasilkan cukup menjadi solusi, sampah yang selama ini jadi masalah bisa diselesaikan dengan peuyeumisasi,” kata dia.(red/sumber:mediaindonesia.com dan itpln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi Untukmu

Kerjasama

Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN selaku badan pelaksana Institut Teknologi PLN mengadakan acara Forum Konsolidasi Oktober 2022 lalu bertempat di kampus IT PLN

Energi & Teknologi

Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut merupakan energi hijau yang tidak menghasilkan gas rumah kaca

Riset & Inovasi

Google Sycamore, Quantum computing hardware. Super Prosesor yang akan mengubah Dunia Artificial Intelligence

Forum & Bisnis

Lewat adaptasi teknologi, PLN tak hanya mengoptimalkan proses bisnis tetapi juga membuat tantangan menjadi peluang